HARI INI

Dia dan cintanya
Aku dan bayangannya
Aku mencintainya dan aku lelah
Sedikit nakal aku bermain dalam kejenuhanku
Mencoba merambat pelan mencari sesuatu yang baru
Seseorang yang membuatku menenggelamkan bosanku
Jika seperti ini, siapa yang bersalah?

Aku dan kelelahanku, atau dia yang membuatku lelah?
Aku dan kejenuhanku ataukah dia yang membuatku jenuh?
Aku sakit namun tak mampu berpaling darinya
Aku lelah namun tak sanggup untuk pergi darinya
Aku terluka namun aku mencintainya

Mencinta pada dia
Kekasih jiwa yang membuatku lelah

RAPORT PERTAMAKU

Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Memandangi nilai-nilai dibawah ketuntasan minimal yang diperoleh anaknya
Seperti mendengar petir di siang hari

Anaknya mungkin gagal (bagi sebagian banyak orangtua lainnya)
Anaknya berada pada urutan belakang


Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Mendengar pertanyaan sang anak
Mengapa ibu sedih?
Ada apa dengan aku?
Ada apa dengan raportku?
Seperti ada bendungan kokoh di mulut sang ibu
Tak mampu menjawab
Hanya tersenyum, menangis, lalu tertawa kecil
Kemudian ibu muda berkata kepada anaknya


Di mata ibu, hari ini dan seterusnya kamu adalah juara
Kamu adalah bintang
Nilai kamu 100, karena selalu rajin sekolah
Nilai kamu 100, karena selalu cium ibu sebelum berangkat ke sekolah
Nilai kamu 100, karena kamu selalu takut berbuat salah
Nilai kamu 100, karena jika kamu bertengkar cepat minta maaf
Nilai kamu 100, karena kamu punya banyak sahabat
Nilai kamu 100, karena setiap pagi hari menyapa nenek tua di sebelah sekolahmu

Hari ini
Ibu muda itu tidak mampu tertawa atau menangis
Lalu keluar dari kelas dengan menggenggam tangan anaknya, lalu berbisik …
“SAYANG, KAMU JUARA BAGI IBU DAN BAGI SEISI BUMI, PERCAYALAH …”

AKU TELAH MENEMUKAN CINTA


Di hamparan luas lembah Mandalawangi aku sendiri,
Di tengah malam yang sunyi, saat hanya terdengar suara kabut dan tetesan embun.
Aku menatap alam yang tertidur, dengan kontemplasi yang mendalam aku menemukan kenyataan dari sesuatu yang begitu luas dan tidak terbatas.
Sesuatu yang tidak bisa dihapuskan oleh air mata waktu,

Inilah sesuatu yang mampu menyatukan kekuatan kesabaran dengan harapan,
Hadirnya begitu mempesona jiwaku yang haus,
Hadirnya seperti mentari yang menghangatkan raga di musim dingin, seperti bunga yang mekar pada musim semi, menghembuskan angin sepoi pada musim panas, dan seperti buah yang masak saat musim gugur”.
Dan saat aku tersadar dari kontemplasiku,
Saat itu aku mengerti bahwa Aku Telah Menemukan Cinta.


PESAN UNTUK JIWA


Mengapa kau menangis wahai jiwa?
Bukankah engkau yang paling mengerti kelemahanku?
Tetesan air matamu begitu menggores tajam dan menyebabkan luka,
Luka di dalam hati, yang tak dapat dihibur dengan kidung dari lagu-lagu romantis.

Wahai jiwaku yang lemah,
Sampai kapan kau akan menangis?
Aku tidak mempunyai apapun untuk mencoba mengerti tangisanmu,
Aku hanya mempunyai kata-kata dari sahabatku untuk memaknai arti dari tangisanmu, keinginanmu, dan pesan-pesanmu.

Ketahuilah wahai jiwaku, “Orang yang bahagia tidak selalu memiliki hal yang terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir di dalam hidupnya”.
Usahlah kau menangis wahai jiwa,

SURAT DARI SAHABATKU


Sahabat, bila dirimu saat ini sedang menunggu atau mencari seseorang untuk menjalani kehidupan menuju Ridho-NYA,
Bersabarlah dalam keindahan,
Demi الله , dia tidak datang karena kecantikan atau ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan,
Tetapi الله yang akan menggerakan,

Sahabat, janganlah tergesa untuk mengekspresikan cinta kepada dia sebelum الله mengizinkan,
Belum tentu yang kau cintai adalah yang terbaik untukmu,
Siapakah yang lebih mengetahui melainkan الله ??
Simpanlah segala bentuk ungkapan cinta dan derap hati rapat-rapat, karena الله akan menjawabnya dengan indah pada waktu yang tepat.

SAAT PAGI TIBA


Saat  aku  menantikan  untuk  bertemu  kalian,
Ketika  aku  merindukan  sapaan  hangat  dari  kalian,
Saat  pelukan  manja  itu  begitu  berarti,
Kalian  adalah  bait  puisi  ketika  datang  sepi,

Teman-teman kecilku, jika  saja  kalian  mengerti  aku  adalah  seorang  yang  perduli  saat  kalian  hadir  di  dalam  kelas  ini.
Jika  saja  kalian  mengerti, “aku  bahagia  saat  kalian  dapat memaksimalkan potensi yang kalian miliki”.

Dinding  kelas  adalah  saksi  saat  kita  bersama  dalam   proses  belajar.
Bukan  hanya  kalian  yang  belajar  dariku, tetapi  akulah   yang  belajar  dari  kalian.

Kemarin  adalah  kenangan,
Hari  ini  adalah  hadiah,
Esok  adalah  harapan,
Saat  bunyi  bel  berbunyi,
Saat  doa  yang  mengakhiri  pertemuan  kita,
Saat  pagi  tiba,
Saat  aku  kembali  menemukan  fajar  hari  dan  gairah  segar  kehidupan,
Saat  itulah  aku  menanti  untuk  bertemu  kalian  kembali.

ROW ROW ROW YOUR BOAT

Row, row, row, your boat, gently down the stream
Merily, merily, merily, life is but a dream

Row, row, row, your boat, down the jungle stream
If you see a crocodile, don't forget to scream